| Dalam hidup
ini ada sebagian orang yang beruntung dan
ada pula yang tidak. Nasib buruk bisa
menimpa siapapun. Tidak semua terlahir dan
tumbuh dengan keluarga yang utuh serta
memiliki kemampuan ekonomi yang baik.
Jangankan untuk biaya sekolah ke jenjang
lebih tinggi, untuk bertahan hidup
sehari-hari saja begitu sulit. Di wilayah
kita terdapat beberapa panti-panti sosial
yang fungsinya adalah sebagai wadah bagi
orang-orang yang kurang beruntung untuk
hidup dan berkembang. Panti asuhan, rumah
singgah, panti asuhan dan sebagainya ada di
sekitar kita sebagai bagian dari komunitas
kita. Jika ada paradigma
sebagian masyarakat bahwa mereka menjadi beban atau tanggungan
pemerintah, maka persepsinya harus dibalik,
bahwa jika mereka dapat memiliki kesempatan
untuk menikmati pendidikan yang
setara dengan orang mampu, potensi sumber
daya manusia ini akan
bertambah baik. Jangan lupa,
kemiskinan tidak bisa diobati dengan uang.
Tapi dengan pendidikan! Jika dengan uang
mereka hanya bisa bertahan dalam
waktu sesaat, tapi dengan pendidikan mereka
bisa bertahan untuk seumur hidup.Sesekali singgah ke panti
asuhan yang dikelola oleh Yayasan Siti
Fatimah yang berlokasi di Jl Raya Pandaan -
Bangil Km 2 Pandaan. Di tempat ini
terdapat gedung panti asuhan. Oleh Pengurus
sekaligus. Pengasuh panti asuhan, Bapak
Suparman, pria berusia 84 tahun akan
diceritakan berbagai seluk beluk tentang
kehidupan dan keberadaan panti asuhan ini.
Panti ini memiliki
anggota sebanyak kurang lebih 116 orang dan
berusia antara 5 sampai 22 tahun yang
memiliki beragam latar belakang, ada yang
berstatus yatim, piatu atau keduanya atau
juga mereka yang duafa (kurang mampu). Untuk
menjadi anak asuh di panti asuhan ini harus
memenuhi syarat seperti dokumen Kartu
Keluarga, Bukti / Akte Kelahiran dan sebagainya.
Syarat yang terpenting adalah ingin belajar
di sekolah. Umumnya jika
tidak ada kendala, mereka diterima di
tempat ini. Penghuni panti asuhan ini bukan
hanya datang dari wilayah Pandaan saja,
tetapi ada yang berasal dari daerah lain
bahkan luar kota dan luar pulau. Memang
panti ini tidak menampung seluruh anak asuh,
tetapi sebagian ada di asrama, sebagian
lainnya ikut dengan orang tua / orang tua
asuh mereka. Sebenarnya bila dihitung
secara optimal, asrama panti mampu
menampung sampai dengan 60 - 100 anak,
tetapi karena sebagian gedung saat ini
dipergunakan untuk kegiatan lain, sehingga
daya tampung saat ini sekitar 50 anak. Fasilitas di tempat ini, walau sederhana
tapi sudah memiliki perpustakaan dan Komputer.
Pesawat televisi dan radio juga sudah
tersedia. Panti ini sudah lumayan dikenal
dari kalangan masyarakat Pandaan dan
Kabupaten Pasuruan. Rencananya
akan diperluas dan dibangun untuk
dikembangkan menjadi lembaga pendidikan dan
tempat usaha. Bagaimana dengan anak- anak pantiasuhan?
Saat ini, mereka bersekolah di berbagai
sekolah umum yang ada di sekitar Pandaan,
selepas sekolah umum, mereka mendapatkan
pendidikan agama. Kegiatan-kegiatan anak-anak
panti asuhan tidak hanya mengaji atau
Haddrah, tetapi juga bermain musik,
olahraga dan kegiatan-kegiatan lain yang
positif. Tidak
jarang jika ada kegiatan keagamaan atau
syukuran mereka diundang. Uang yang
diterima dari pemberian penyelenggara
syukuran,
ditabung oleh mereka. Uniknya walau panti
ini bernuansa Islami, para donatur dari
tempat ini adalah kebanyakan dari
masyarakat umum. Adapun kegiatan yang diselenggarakan
secara rutin adalah pembagian sembako pada
setiap awal bulan. Panti ini
terbuka bagi masyarakat umum atau para
donatur yang ingin menyumbang dengan
menghubungi Pengurus Yayasan Siti Fatimah
atau datang langsung ke panti asuhan atau pihak
yayasan. Semoga dengan eksistensi panti
asuhan ini di sekitar kita bisa mengurangi
jurang perbedaan antara mereka
yang beruntung dan yang tidak.
|
|
|